Kesulitan ekonomi yang dirasakan rakyat kecil di
Indonesia, ditanggapi pemerintah dengan menghadirkan mobil murah LCGC (Low cost green car). Kehadiran mobil
LCGC ini menjadi sebuah tawaran menggiurkan bagi masyarakat kelas menengah ke
atas karena harganya terjangkau kurang dari 100 juta rupiah, namun hal ini
tidak begitu menjawab harapan rakyat kecil.
Belum genap satu semester rakyat menikmati penderitaan
akibat dampak dari kebijakan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi,
pemerintah kini membuat kebijakan dengan menghadirkan mobil murah LCGC yang
secara tidak langsung juga akan meningkatkan kemacetan dan konsumsi BBM
bersubsidi. Penderitaan rakyat yang terbebani oleh peningkatan harga bahan
pokok makanan, biaya pendidikan yang mahal dan berbagai permasalahan lainya
ditanggapi dengan hal yang tidak mendukung rakyat kecil.
Berdasarkan hasil kajian insentif fiskal industri
otomotif menyatakan bahwa “dengan pengorbanan
sebesar Rp.588 milyar
berupa insentif PPnBM
untuk mobil jenis LCGC,
investasi di sektor
otomotif akan meningkat
sebesar Rp. 14.720 miliar, yang
berdampak pada tambahan
penyerapan tenaga kerja
sekitar 315.830 orang, dan
menambah penghasilan masyarakat
hingga mencapai Rp.2.518
miliar. Output perekonomian akan
bertambah sebesar Rp.
20.560 miliar, keuntungan perusahaan pada berbagai sektor
meningkat hingga mencapai Rp.4.330 miliar, dan penerimaan pajak tidak langsung
akan bertambah sebesar Rp.261 miliar”. Hasil kajian ini hanya menjelaskan
keuntungan yang didapat negara dari insentif yang diberikan bagi usaha sektor
otomotif namun hal ini tidak akan terasa bagi penduduk disektor pertanian dan
pengusaha tahu dan tempe.
Berdasarkan hasil data Badan Pusat Statistik bulan Februari
2013 menyataka bahwa 40,50 persen
lapangan usaha penduduk di Indonesia berada di sektor pertanian.
Kehadiran LCGC yang memberikan benefit pada sektor otomotif yang jumlahnya
tidak lebih dari jumlah penduduk yang berada pada sektor usaha pertanian. Hal
ini sungguh tidak memberikan dampak yang signifikan bagi rakyat kecil yang
sebagian besar berada di sektor pertanian.
Pengusaha Tahu dan Tempe
Kehadiran LCGC juga tidak berdampak positif bagi
pengusaha tahu dan tempe yang saat ini sedang mengalami situasi kerugian karena
harga kedelai impor yang meningkat. Pengusaha tempe yang mengharapkan
pemerintah mensubsidi harga kedelai impor malah ditanggapi dengan menghadirkan
mobil LCGC yang sebagian besar menguntungkan para pelaku usaha dibidang
otomotif.
Harga bahan produksi naik, BBM Naik, Dollar Naik dan
biaya kebutuhan hidup naik. Pemerintah malah menyuguhkan produk LCGC (Low Cost Green Car) pemerintah terkesan
tidak memahami jeritan rakyat kecil, yang dilihat hanya rakyat kelas menengah
keatas biar tetap hidup mewah dalam keadaan Ekonomi Indonesia seperti ini.
Melirik Negara-negara maju mereka memilih
memperbanyak investasi infrastruktur dan meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Permasalahan
infrastruktur dan rendahnya tingkat pendidikan di wilayah Indonesia bagian
timur tidak memerlukan mobil murah dan ramah lingkungan.
Menciptakan mobil murah dan ramah lingkungan adalah
tantangan bagi para produsen otomotif yang tidak perlu campur tangan
pemerintah. Sehingga kebijakan ini terkesan pemerintah lebih peduli pengusaha
otomotif dan tidak berdampak yang signifikan bagi kesejahteraan rakyat.


0 Komentar untuk "PEMERINTAH SUGUHKAN MOBIL MURAH LCGC (LOW COST GREEN CAR) PADA PENGUSAHA TAHU, TEMPE DAN RAKYAT KECIL"