Pulau Bali sangat
terkenal sampai mancanegara karena keindahan alam dan budayanya. Saya
berpendapat berbeda dalam memandang Pulau Bali, Pulau Bali menurut saya
bukanlah karena keindahan alamnya yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan
mancanegara,
melainkan keunikannya yang hanya ada satu-satunya pulau diseluruh Dunia yang memilik budaya yang merupakan hasil perpaduan budaya lokal dengan ajaran Agama Hindu yang berasal dari dataran Hindia. Pemandangan alam yang dikatakan indah di Pulau Bali saya rasa tidak kalah indah dengan pulau-pulau lainnya, seperti misalnya Pantai Kuta yang terkenal dengan ombak dan keindahan sunsetnya, saya rasa Pantai di Pulau Lombok juga tak kalah indahnya, Pantai di Raja Ampat juga diketehui memiliki keindahan yang sangat alamiah. Nah itulah alasan kenapa Pulau Bali menjadi salah satu Pulau terunik berdasarkan versi penulis, hal ini tiada lain adalah karena budaya yang dimiliki Bali dari ajaran agama turun-temurun dari para leluhurnya.
melainkan keunikannya yang hanya ada satu-satunya pulau diseluruh Dunia yang memilik budaya yang merupakan hasil perpaduan budaya lokal dengan ajaran Agama Hindu yang berasal dari dataran Hindia. Pemandangan alam yang dikatakan indah di Pulau Bali saya rasa tidak kalah indah dengan pulau-pulau lainnya, seperti misalnya Pantai Kuta yang terkenal dengan ombak dan keindahan sunsetnya, saya rasa Pantai di Pulau Lombok juga tak kalah indahnya, Pantai di Raja Ampat juga diketehui memiliki keindahan yang sangat alamiah. Nah itulah alasan kenapa Pulau Bali menjadi salah satu Pulau terunik berdasarkan versi penulis, hal ini tiada lain adalah karena budaya yang dimiliki Bali dari ajaran agama turun-temurun dari para leluhurnya.
Ajaran agama yang
diterapkan secara turun-temurun sebagai warisan budaya leluhur membuat Bali
memiliki keunikan tersendiri di banding pulau-pulau lainnya diseluruh Dunia.
Salah satu hal terunik yang penulis dapatkan adalah cara masyarakat Bali
menjaga lingkungan hidupnya. Pelestarian lingkungan ternyata sudah diajarkan
oleh nenek moyang masyarakat Bali melalui perayaan-perayaan ritual di Bali
seperti Hari Raya Nyepi, Hari Raya Tumpek Kandang, Hari Raya Tumpek Pengatag,
dan Organisasi Subak yang telah diakuti UNESCO sebagai warisan Dunia atau bahasa
kerennya "World Heritage". Setelah penulis memperdalam mengenai hal
pokok yang mendasari dari adanya ritual dan perayaan tersebut penulis menemukan
ternyata ada ajaran yang sering disebut sebagai Tri Hita Karana menjadi dasar
dari semua peristiwa tersebut sebagai cara untuk melestarikan keharmonisan
lingkungan hidup di Pulau Bali. Tri Hita Karana diterjemahkan sebagai tiga
penyebab keharmonisan hidup yang terdiri dari menjaga hubungan harmonis dengan
Tuhan, menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia dan menjaga hubungan
harmonis dengan lingkungan sekitar seperti tumbuhan, hewan dan mahkluk hidup
lainnya.
Nah untuk menjaga
harmonisasi dengan lingkungan sekitar masyarakat Bali menjaganya dengan
berbagai perayaan yang akan kita bahas satu persatu :
Hari Raya Nyepi
![]() |
| Suasana Nyepi di Jln. Gatot Subroto Denpasar Bali |
Hari Raya Nyepi di Bali dilaksanakan
setahun sekali yang jatuh tepat pada pergantian Tahun Baru Saka, Jadi
disini digunakannya kalender Bali yang merupakan perpaduan Kalender Saka yang
awalnya berasal dari Hindia yang telah dimodifikasi oleh orang lokal Bali.
Kalender Bali memiliki 12 Bulan dengan nama bulan meliputi : Kasa, Karo,
Katiga, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, Kasanga, Kadasa, Jiyestha, Sadha.
Sebutan bulan pun berdasarkan kalender Bali disebut dengan istilah "Sasih".
Nah Hari Raya Nyepi di Bali biasanya dirayakan tepat pada hari pertama Sasih
Kadasa, dengan rentetan ritual sehari sebelum menginjak sasih kedasa disebut
dengan tilem kesanga, karena bertepatan dengan bulan mati. Pada Hari tilem
kesanga masyarakat Bali mengadakan "Tawur Agung" disetiap Desa,
Perayaan ini biasanya dilakukan dengan pawai Ogoh-ogoh dan ritual pembersihan
area lingkungan rumah dan desa. Filosofi dari perayaan Tawur Agung ini adalah
sebagai bentuk pelestarian lingkungan dari aura-aura negatif, sebelum melakukan
perayaan hari raya nyepi. Setelah perayaan tawur kesanga maka keesokan harinya
masyarakat Bali melaksanakan perayaan nyepi dengan prinsip “Catur Brata
Penyepian” dalam artian masyarakat dilarang untuk bepergian, dilarang
menyalakan api (seperti menyalakan lampu, marah(api dalam diri), dan
sejenisnya), dilarang mencari hiburan (seperti berjudi, minum-minuman
beralkohol, nonton TV dan jenis hiburan lainnya) dan dilarang untuk bekerja.
Suasana Nyepi di Bali sangatlah hening, jadi bisa dikatakan seperti Kota Mati
karena tidak diperbolehkan sama sekali untuk beraktivitas diluar rumah.
Perayaan Nyepi di Bali merupakan perayaan unik untuk membersihkan lingkungan
terutama dari polusi kendaraan bermotor, inilah cara unik masyarakat bali dalam
melestarikan lingkungan dengan melakukan perayaan nyepi setahun sekali
mengawali Tahun Baru Saka.
Hari Raya Tumpek Pengatag
![]() |
| Tumbuhan dihias pada saat perayaan |
Hari Raya Tumpek Kandang
![]() |
| Hari raya bagi sapi |
Nah itulah beberapa hal unik masyarakat Bali dalam menjaga keharmonisan lingkungan hidupnya. Sebagai Pulau dengan budaya yang sangat menarik minat para pelancong mancanegara yang tidak hanya menginginkan keindahan alam namun juga harmonisasi budaya yang sangat berbeda dari yang lainnya. :-)



0 Komentar untuk "Cara Unik Masyarakat Bali Menjaga Keharmonisan Lingkungan Hidup"