Data adalah catatan atau kumpulan fakta, data merupakan bentuk jamak dari "datum" yang berasal dari bahasa latin yang artinya sesuatu yang diberikan. Data merupakan suatu fakta yang apa adanya dan belum memiliki makna yang didapatkan dari hasil pengamatan dan pengukuran. Data dalam keilmuan ( ilmiah ) merupak fakta yang dikumpulkan untuk diolah sehingga menghasilkan suatu informasi yang mudah dimengerti dalam menjelaskan suatu fenomena tertentu.
Dalam penelitian data dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif lebih sering menggunakan data kuantitatif berbeda dengan penelitian kualitatif yang lebih sering menggunakan data kualitatif.
Apakah itu data kualitatif dan data kuantitatif ?
Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat, kata, atau gambar, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan (skoring). Dalam ulasan kali ini kita akan banyak membahas jenis data kuantitatif karena pelajaran statistik lebih banyak berurusan dengan angka atau jenis data kuantitatif, walaupun terkadang digunakan juga untuk mengolah data kualitatif pasti data kualitatif harus diangkakan.
Data Kuantitatif :
Data kuantitatif dapat dikelompokan menjadi dua garis besar yaitu data kategorik ( diskrit ) dan data Numetik ( kontinum ). Data diskrit adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (bukan mengukur ) data diskrit berbentuk bilangan bulat contohnya 0, 1, 2, 3, 4, ... dst. Data diskrit dapat dikelompokan menjadi data nominal dan data ordinal. Data kontimun adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan menggunakan suatu alat, data ini bersifat berkelanjutan berbentuk bilangan desimal contohnya dalam mengukur suhu tubuh menggunakan alat termometer didapatkannya suhu tubuhnya 36,5 jadi suhu tubuh merupakan data kontinum. Untuk memepermudah mengerti maka macam-macam data dapat dilihat dari gambar dibawah ini.
![]() |
| Klasifikasi Data Dalam Penelitian |
Data nominal sering disebut dalam statistika data dengan skala nominal, data yang diperoleh dari klasifikasi yang menunjukan ciri atau label sebagai pembeda, data nominal tidak memiliki tingkatan nilai namun data nominal hanya dapat dibedakan contohnya : laki-laki dan perempuan merupakan data nominal karena hanya dapat dibedakan, tapi tidak memiliki tingkatan bahwa laki-laki lebih baik daripada perempuan. Dalam statistik data nominal harus diangkakan (dikoding) sebelum dilakukan uji statistik misalnya laki-laki = 1, perempuan = 2. cotoh yang lainnya misalnya pekerjaan : PNS = 1, Pegawai Swasta = 2, Wirausaha = 3, Petani = 4.
Data Ordinal :
Data ordinal atau dalam statistik data dengan skala ordinal adalah data yang bisa dibedakan dan memiliki jenjang atau berbentuk peringkat. Data ordinal memeliki tingkatan nilai contohnya : pendidikan SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, jadi pendidikan Perguruan Tinggi lebih tinggi tingkatannya ketimbang SMA, SMP dan SD. Dalam statistik data ordinal dikodingkan misalnya Perguruan Tinggi = 1, SMA = 2, SMP = 3, SD = 4. Dalam pengkodingan data ordinal biasanya makin kecil angkanya semakin tinggi nilainya atau tingkatannya.
Data Interval :
Data interval adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang dapat diurutkan atau memiliki jarak (interval), data interval tidak memiliki nilai nol absolut (mutlak) yang artinya walaupun hasil pengukuran didapatkan angka nol namun angka itu memiliki arti bukan berarti kosong/tidak ada data. cotohnya hasil pengukuran suhu lemari es didapatkan suhu 0 derajat celcius yang memiliki arti suhunya sangat dingin berbeda dengan apabila hasil pengukuran berat badan didapatkan hasil 0 Kg, yang berarti tidak ada berat atau kosong.
Data Rasio :
Data rasio adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang jaraknya sama dan memiliki nilai nol absolut (mutlak). Berarti jika didapatkan hasil pengukuran adalah nol berarti data tersebut tidak ada atau kosong. contoh data rasio : Hasil pengukuran Tinggi Badan 165 cm, 170 cm, ... dst; hasil pengukuran Berat Badan 55 Kg, 60 kg ... dst. Selain itu data rasio dapat dibuat hitungan misalnya dijumlahkan, dikalikan, dikurangkan. Oleh karena itu data rasio dalam statistik merukan jenis data yang paling teliti dan memiliki derajat nilai yang lebih tinggi dari jenis data lainnya.
Nah cukup sekian dulu penjelasan tentang macam-macam data yang sering digunakan dalam penelitian kuantitatif, ulasan selanjutnya akan kita bahas mengenai variabel penelitian, Bersambung................

0 Komentar untuk "Lanjutan Belajar Statistik : Mengenal Berbagai Macam Data Penelitian"