Berbagi Informasi Unik

Berbagi informasi unik tentang kesehatan, budaya, wisata, iptek, politik dan hal yang unik lainnya

Badai Cinta Dalam Secangkir Kopi



Masih seperti biasa, ketika pagi matahari menyingsing aku ke rumah gadis manis itu sembari menyiapkan seribu alasan untuk menaklukan hati orang tuanya biar anaknya diperbolehkan pergi bersama ku untuk menghabiskan rotasi waktu dalam sinar mentari berdua menikmati keindahan alam bali. Selalu disapa dengan ramah oleh Ibunya dengan senyumnya yang manis 11/12 dengan anaknya yang telah menaklukan hatiku dan membuatku rada sedikit gila. Ibu itu membawa secangkir kopi dengan suhu diatas 1000C mungkin sengaja disuguhi untuk sedikit menunda waktu kala aku menjemput kekasihku untuk keluar rumah hanya berdua. Seperti biasa aku tersenyum, mengucap kata terimakasih ditambah sedikit basa-basi untuk tetap menjaga hati Ibu itu takluk hingga bisa menerima aku jadi menantunya kelak tanpa syarat yang berarti.

Secangkir kopi itu aku nikmati bersama Bapak gadis pujaan hatiku sambil membahas mengenai bisnis, politik hingga sederetan permasalahan dan solusi dari gagasan pemikiranku, aku kira hanya menarik bagiku saja karena hobi Bapak itu bukanlah seperti itu. Mungkin saja dalam pemikirannya dia lagi terlintas bagaimana cara menolak pria ini biar anakku tidak dibawa pergi begitu cepat dan bisa lebih lama tinggal bersama. Aku tahu gadis itu adalah anak kesayangan dari kedua orang tua itu. Inilah yang namanya cinta, kalau sudah terkena virus cinta rasanya reaksi kimiawi yang mengikatnya bergitu erat, virus ini bereplikasi dalam setiap sel otak, hingga seperti reaksi berantai menghasilkan ribual virus cinta yang dapat merubah prilaku seseorang dalam sekejap.  Virus ini menginfeksi hati juga hingga seseorang merasakan campuran jutaan rasa, berkecamuk dalam ruang hati bagaikan badai cinta yang mampu mengubah rasa-rasa lainnya dalam hitungan detik. 

Mungkin Ibunya tidak tahu bahwa badai cinta ini sedang berkecamuk dalam secangkir kopi buatanya. Keinginan ini mengebu-gebu untuk menikmati hari ini bersama anaknya menyusuri objek wisata Bali yang terkenal sebagai pulau surga. Setiap tegukan kopi yang mulai mendingin ini, membuat aku semakin berani untuk bicara meminta ijin dan restu untuk berlibur bersama anaknya. Hingga suatu saat nanti ketika badai cinta ini semakin membesar akan tiba waktuku untuk melamar anaknya setelah menghabiskan secangkir kopi buatan Ibu itu.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Badai Cinta Dalam Secangkir Kopi"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top