Senjata bukanlah sebuah solusi untuk sebuah permasalahan di Negara Timur Tengah. Hal ini hanya akan membawa kesengsaraan yang lebih mendalam yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dunia. Hal ini sangat menyedihkan dimana kedua belah pihak hanya mementingkan diri mereka sendiri untuk medapatkan hasrat kemenangan. Kemenangan diatas penderitaan dan para korban bukanlah suatu kedamaian dan kebahagiaan. Senjata akan membuat orang merasa sombong karena kemampuannya menghancurkan, membunuh orang-orang tak berdosa, mereka yang menggunakan senjata tiada lain adalah seorang penakut dan pengecut, jika mereka memang berani harusnya mereka tumbuhkan hati nuraninya untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan dalam sebuah perundingan dengan kepala dingin.
Kebencian karena perbedaan adalah awal mula suatu konflik, seperti minyak dan air yang mungkin tidak akan pernah bersatu namun masih memungkinkan mereka untuk hidup berdampingan dalam keadaan penuh cinta. Untuk menumbuhkan cinta bisa dilakukan dengan cara menghapus masa lalu yang memilukan antara kedua belah pihak dan jangan menamkan kebencian kepada generasi muda. Para pemimpin dan para penguasa dunia yang memiliki pengaruh yang kuat harus menanamkan cinta pada kedua belah pihak. Memang sulit untuk mengembalikan apa yang telah hilang dari suatu konflik namun jika kita merenungkan dampak dari sebuah konflik yang berkepanjangan bisa kita relakan suatu hal untuk sebuah perdamaian.
Berdamailah Israel-Palestina, konflik yang berkepanjangan ini juga berdampak secara menyeluruh di semua negara di dunia ini.

0 Komentar untuk "Andai Ada Cinta Dalam Konflik Israel-Palestina"