Berbagi Informasi Unik

Berbagi informasi unik tentang kesehatan, budaya, wisata, iptek, politik dan hal yang unik lainnya

Pesan Ayah : Dari Tindakan dan Ucapannya

Haru biru ketika orang yang sangat kita cintai terbaring lemah dirumah sakit, dipasang peralatan medis untuk menopang napasnya. Ayah ku, detik terakhir hidupnya meninggalkan pesan tanpa suara, aku terharu melihatnya hingga tak tau harus bagaimana lagi. Selang beberapa hari tepatnya di tanggal 15 Agustus 2013 pukul 03.45 Ayah ku Wafat, pahlawan ku, pejuang pendidikan anak-anaknya kini meninggalkan banyak kenangan dan pesan melalau tindakannya dan ucapannya semasa hidupnya.

Kenangan di rumah petak untuk pos penjagaan kandang ayam
semasih SMA aku sangat senang kalau tidur di kandang ayam, karena situasinya yang hening, walaupun hanya berdinding batako tanpa kulit semen, tak di cat dan plafon dari serat bambu dengan tempat tidur yang bukan terbuat dari spoon tidak empuk, sederhana tapi bisa mengantarkan kita ke alam mimpi tertidur nyenyak. Kata Ayah ku "ini tempat bagus untuk kau belajar, sambil menjaga ayam, nanti jika sebelum tidur kau harus berkeliling kandang untuk memastikan ayam-ayam ini tak di ganggu kucing, dan untuk membuat para pencuri setidaknya takut karena kandang kita dijaga".

Pesan Ayah tentang cara belajar yang baik 
Suatu ketika aku dan Ayah ku tidur bersama di kamar pos penjagaan ayam. Pukul 22.00 Wita aku masih asik belajar mengerjakan tugas sekolah mata pelajaran Matematika. Ada satu soal yang bagiku sangat rumit, dan susah sekali mencari pemecahannya, hingga aku harus bergulat bersama waktu, dengan pantat yang terasa panar karena tak beranjak dari tempat duduk ku selama berjam-jam. Ayah ku telah selesai mengelilingi kandang memastikan semuanya aman, kemudian dia beranjak ke tempat tidur, namun melihat ku sangat serius belajar dia berkata "Kalau belajar jangan sampai tengah malam itu tidak baik, akan lebih baik jika kamu tidur lebih awal dan bangun pagi-pagi, jadi pikiranmu akan lebih fresh dan bisa cepat memahami pelajaran". Setelah menyampaikan pesan itu Ayah ku tertidur, aku yang telah berpikir karena soal ini akhirnya harus tidur karena sudah larut malam, aku bawa soal itu di otak ku sebelum tidur hingga terbawa dalam mimpi, dalam mimpi aku mengerjakannya. Waktu cepat berlalu, ayam berkokok tanda pukul 05.00 Wita, aku terbangun dan aku lihat Ayah ku sudah mulai bekerja seperti biasa dia menyiapkan makanan Babi, kalau masalah rajin, Ayah ku memang tak terkalahkan. Aku menuju ke meja belajar melanjutkan memecahkan soal matematika yang belum terjawab, tak sampai 10 menit aku mengorek-ngorek isi buku telah aku temukan pemecahan masalahnya. Wah manjur banget saran Ayah, kemudia setiap hari aku menerapkan metoda belajar matematika itu, hingga berhasil menembus Ujian Nasional dan SNMPTN.

Bekerja Atau Mati
Pernah sesekali aku memberikan saran kepada Ayah, melihat kondisinya sedang sakit dengan rasa nyeri yang hebat kalau berdiri. Aku menyarakannya untuk berhenti bekerja, biarlah anak-anak mu yang bekerja, berkreasi untuk mengembangkan usaha peternakan ayam ini. Ayah ku berkata "Tubuh fisik ini boleh lemah karena sakit, namun semangat, jiwa tidak boleh ikut lemah, kalau tidak bekerja bagaimana kita mengikuti jaman, adik mu harus kuliah, usaha ini harus berkembang, Sakit ini tak bisa menghentikan aku bekerja, sampai mati aku akan bekerja". Aku tak bisa berkata apa-apa maksud hati ku adalah untuk membuat dia pensiun, bahagia dirumah bersama Ibu. Ibu ku pun menjelaskan sifat Ayah ku memang seperti itu, kala dia lagi bekerja dia tidak mengenal sakit dan waktu, begitu pun kalau lagi berjudi sambung ayam, namun sekarang Ayahmu memang tidak pernah berjudi fokus bekerja memelihara ayam-ayam yang ribuan jumlahnya. 

Ke Utara Lautan, Ke Selatan Gunung Kita Harus Hadapi
Pernah suatu ketika Ayah ku menceramahi ku, hal ini karena aku terkadang pesimis dengan keadaan usaha peternakan ini, hutang usaha tinggi, ayam banyak mati dan kakak-kakak ku menyarankan untuk jual tanah lunasin hutang berhenti beternak. Ayah ku panjang lebar berkata "Hidup ini selalu ada orang yang mendukung, selalu ada orang yang tidak mendukung. Orang yang tidak mendukung dapat diistilahkan dia akan berkata 'Jangan ke Utara nanti kamu tenggelam karena ombak sangat ganas sekarang, jangan ke selatan itu gunung sangat tinggi dan berisiko meletus' nah kalau nasihat itu kita turuti kita akan diam saja dirumah tak melakukan apa-apa. Kalau kita tidak mencoba kita tak akan tahu lautan itu seperti apa, pegunungan itu seperti apa, kau juga nak kalau kau punya keinginan tinggi, ingin sekolah setinggi apapun, punya keinginan keluar negeri ke Jepang atau kemana pun, jangan takut omongan orang yang tidak mendukung jangan di dengar". Begitu pesan Ayah ku, memang pengalaman yang panjang dan dengan beribu rasa telah dia nikmati, Ayah ku berjuang dari tidak punya rumah merantau di desa Kubutambahan, kata Ibu "Ayah mu memang orang yang sangat optimis, tekun, pekerja keras dan rajin sembahyang. Dulu Ibu tidak disetujui sekali menikah oleh kakek mu karena Ayahmu suka berjudi, sifat itu yang tidak disukai kakek mu dari Ayahmu, Namun Ibu tetap mencintainya karena Ibu mengenal Ayahmu rajin, pekerja keras dan rajin sembahyang, akhirnya Ibu tetap memutuskan untuk menikah denga n Ayahmu, awalnya memang sangat menyedihkan menikah ternyata ayah mu tidak punya kasur, tidur hanya beralaskan tikar, memiliki lemari hanya satu untuk menyimpan baju, namun dengan kerja keras Ayahmu kita sekarang punya lumayan untuk hidup, bisa menyekolahkan ke-enam anaknya". 

Itu hanya beberapa pesan dari Ayah yang selalu memotivasi ku untuk berjuang hidup, perjuangan hidup ku memang tak sekeras Ayah ku, bisa saja aku berjuang seperti itu, karena darah Ayah ku mengalir di darahku. Perjuanganku masih panjang dan masih banyak hal yang harus aku lalui, jika suatu saat nanti aku bisa aku ingin mengoleksi cerita kehidupan Ayah ku, aku modifikasi dengan beberapa hayalan dan aku jadikan sebuah Novel untuk memotivasi orang-orang miskin untuk selalu berjuang, melawan kemiskinannya dengan prinsip "Wariskan pendidikan yang tinggi untuk Anak, karena warisan materi hanya akan membuatnya bertengkar dan memicu perang saudara" Kata Ayah ku ketika aku tidak mau kuliah karena kasihan pada Ayah tidak punya uang untuk bayar biaya uang gedung kuliah, dia berkata "Ayah berani gadaikan diri Ayah untuk kamu kuliah" kemudian dia pergi ke Bank dan 3 hari uang pinjaman itu cair hingga aku bisa tamat sarjana.

Aku nobatkan tanggal 15 Agustus sebagai hari Bapak, dan Sebagai Pahlawan Pejuang Pendidikan Anak-Anaknya
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Pesan Ayah : Dari Tindakan dan Ucapannya"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top