Kemajuan teknologi memiliki dampak yang sangat serius bagi lingkungan hidup. Modernisasi memicu manusia melakukan hal-hal yang tidak adil bagi alam, mengeksploitasi kekayaan alam dengan sangat serakah. Hal ini terjadi karena keinginan dan kebutuhan manusia tidak bisa terkontrol, manusia ingin makan enak, manusia ingin hidup mewah dan memanjakan diri. Sehingga hadirlah berbagai inovasi teknologi yang membuat kita seakan-akan lupa bahwa kita adalah bagian dari alam itu sendiri. Adanya industri-industri sekala besar, produk-produk berteknologi, dan sistem perekonomian ini terbentuk untuk berlomba-lomba menghadirkan inovasi produk teknologi yang bisa memenuhi keinginan manusia yang tak ada batasnya.
Hingga ujung dari keserakahan manusia memicu permasalahan baru, setelah lama terlupa akhirnya manusia menyadari bahwa semua teknologi itu tergantung dari energi alam.
Energi sumber daya alam seperti sumber energi fosil atau bahan bakar minyak bumi, listrik, air dan udara. Teknologi itu telah lama menimbulkan ketidakseimbangan ekologis sehingga terjadi perubahan iklim yang semakin tahun semakin terasa dampaknya. Timbulnya bencana alam yang datangnya tidak bisa kita cegah dengan teknologi modern, menghancurkan karya manusia hingga mengancam ketahanan pangan dunia. Kenyaman manusia kini terganggu oleh perubahan iklim dan masa depan energi.
Energi terbaharukan mulai dipikirkan untuk mengatasi masalah energi di masa depan, dan mulai untuk menjaga lingkungan, menghijaukan hutan dan langkah-langkah lainya yang sering kita dengar dengan istilah "Go Green" mulai menggaum di muka bumi ini. Setelah lama manusia mengusik ketentraman alam, kini sudah mulai tumbuh kesadaran pentingnya menjaga alam dan ikut serta menjaga keseimbangan ekologi.
Manusia mulai menyadari bahwa alam memberikan ketentraman jiwa, walaupun sebernarnya tanpa mereka sadari sebenarnya jiwanya selalu untuk mendekatkan diri dengan alam. Hal ini bisa kita lihat dan rasakan bagaimana respon tubuh ini ketika kita memandang pemandangan alam yang indah, menghirup udara yang segar, meneguk air dari sumber mata air yang jernih, mendengarkan deruan ombak ditepi pantai, mendengarkan nyanyian burung, melihat ikan-ikan berenang dan suara alam lainnya.
Mungkin manusia bisa menghadirkan alam itu lewat tanyangan televisi, membawa burung itu didalam kurungan memaksanya bersuara, namun hal yang alamiah akan tetap lebih menentramkan jiwa ketimbang yang telah dimodifikasi. Jiwa mengerti bahasa kedamaian, oleh karena itu warga perkotaan yang telah lama mendengar suara mesin, berteman dengan polusi, selalu merindukan alam ketika diwaktu luangnya. Itu adalah salah satu panggilan jiwa, seperti hal nya anak dan cucu yang merindukan orang tua, kakek dan neneknya. Alam itu selalu memberikan manfaat pada manusia secara fisik maupun psikologis, namun kita juga harus berlalku adil dengan ikut menjaga keseimbangan ekologis. Menjaga alam sama dengan menentramkan jiwa, merusak alam juga merusak ketenangan jiwa, oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga keseimbangan ekologis "Go Green" biar istilah ini tak hanya menjadi hiasan sebuah kalimat belaka.

0 Komentar untuk "Go Green : Alam Menentramkan Jiwa "